METODE OPTIMALISASI PEMBAGIAN BANDWIDTH MIKROTIK RB 941 DENGAN SIMPLE QUEUE DAN FIREWALL FILTERING PADA JARINGAN KOMPUTER

PERANCANGAN FIREWALL FILTERING MENGGUNAKAN ROUTER MIKROTIK

 a.    Tampilan Awal Winbox

         Sebelum kita melakukan konfigurasi mikrotik router terlebih dahulu kita menyiapkan software atau aplikasi winbox terlebih dahulu, jika sudah ada langsung saja buk aplikasi winbox dan tekan connect.

    Gambar diatas adalah antarmuka perangkat lunak WinBox versi 3.18 yang digunakan untuk mengelola perangkat MikroTik. Di bagian atas, terdapat kolom "Connect To" di mana pengguna memasukkan alamat MAC dari perangkat MikroTik yang ingin dihubungkan, dalam hal ini "00:15:6D:20:3C:1C". Pengguna masuk dengan nama pengguna "admin" dan kolom kata sandi yang kosong menunjukkan bahwa kata sandi tidak diisi. Di bawah kolom-kolom tersebut, ada dua tombol: "Connect" yang berfungsi untuk memulai koneksi ke perangkat, dan "Add Set" untuk menambahkan set pengaturan baru. Di bagian bawah, terdapat dua tab yaitu "Managed" dan "Neighbors". Tab yang aktif adalah "Neighbors", yang menunjukkan perangkat-perangkat MikroTik yang terdeteksi di jaringan.

b.    Konfigurasi Interface

            Interface adalah antarmuka yang merupakan garda terdepan bagi suatu alat digital, hal ini dikarenakan interface merupakan suatu layanan ataupun mekanisme yang di berikan kepada semua pengguna alat digital. Ketika kita konfigurasi terdapat 4 ether dimana fungsi ether ini mensetting mikrotik dan kita pilih port mana yang akan kita gunakan. 

        Setiap interface memiliki informasi penting, seperti jenis interface (Bridge, Ethernet, Wireless), ukuran Maximum Transmission Unit (MTU), dan aktivitas data. Semua interface memiliki MTU sebesar 1500, yang merupakan ukuran standar untuk banyak jaringan. Interface INTERNET dan LAN menunjukkan aktivitas data. INTERNET memiliki kecepatan penerimaan data 86.9 kbps, sedangkan LAN memiliki kecepatan penerimaan data 17.2 kbps. Kolom lainnya menunjukkan bahwa tidak ada paket yang dikirim atau diterima per detik saat gambar diambil.

c.    Konfigurasi Wlan1

            Fungsi dari konfigurasi wlan1 adalah sebagai pencari jaringan internet yang akan digunakan sebagai sumber internet, caranya double klik di wlan1, lalu ganti security profiles dengan nama security profiles diatas.

            Gambar tersebut menunjukkan antarmuka konfigurasi perangkat jaringan nirkabel MikroTik. Pada bagian atas, perangkat diatur dalam mode "station", yang berarti berfungsi sebagai klien yang akan terhubung ke titik akses atau router nirkabel. Pita frekuensi diatur ke "2GHz-B/G/N", memungkinkan perangkat untuk beroperasi pada frekuensi 2.4 GHz dan mendukung standar Wi-Fi 802.11b, 802.11g, dan 802.11n. Lebar saluran atau channel width diset ke 20MHz, yang menentukan ukuran saluran frekuensi yang digunakan untuk komunikasi. Frekuensi operasi yang dipilih adalah 2467 MHz, yang berada dalam pita 2.4 GHz. Nama jaringan nirkabel atau SSID yang ingin dihubungkan adalah "Redmi 13C". Untuk otentikasi dan enkripsi, perangkat menggunakan profil keamanan yang diatur ke "ISP". Mode frekuensi diatur ke "regulatory-domain", yang berarti perangkat ini akan menyesuaikan penggunaan frekuensi sesuai dengan regulasi wilayah tempat digunakan. Perangkat tidak dibatasi oleh kondisi instalasi tertentu, dengan pengaturan instalasi diatur ke "any". Penguatan antena atau antenna gain diset ke 2 dB, menunjukkan nilai penguatan sinyal antena. Opsi default authenticate diaktifkan, memungkinkan perangkat untuk mencoba otentikasi otomatis menggunakan pengaturan standar.

d.    Scan Akses Internet

            Setelah itu klik menu scan pada bagian kanan dari tampilan interface wlan1 setelah itu kita klik start lalu pilih perangkat hotspot yang akan digunakan disini penulis memilih hotspot yang ingin digunakan setelah itu klik connect apply oke.

e.    Konfigurasi Ip Address

Internet protocol (IP) adalah label numerik yang di tetapkan untuk setiap perangkat yang terhubung jaringan computer untuk menggunakan protocol internet untuk komunikasi. Alamat ip memiliki dua fungsi utama yaitu, host atau identifikasi antarmuka jaringan dan pengalamatan lokasi.

            Gambar diatas menunjukkan jendela "Address List" pada perangkat MikroTik yang digunakan untuk menampilkan dan mengelola alamat IP yang dikonfigurasi pada antarmuka jaringan perangkat tersebut. Di dalam jendela ini, terdapat tiga entri alamat IP yang terdaftar. Pertama, alamat IP 192.168.2.1/24 dikonfigurasi pada antarmuka "ether1" dengan jaringan 192.168.2.0. Kedua, alamat IP 192.168.10.1/24 dikonfigurasi pada antarmuka "LAN" dengan jaringan 192.168.10.0. Ketiga, alamat IP 192.168.224.2/24 dikonfigurasi pada antarmuka "INTERNET" dengan jaringan 192.168.224.0.

f.     Konfigurasi Dhcp Client

            Adalah perangkat yang menerima konfigurasi jaringan dari dhcp server. Perangkat client dalam jaringan biasanya berjumlah banyak dan bisa berupa berbagai macam perangkat. Adapun proses dhcp client sebagai berikut klik dhcp client, lalu tekan tanda “+” maka akan muncul tampilan new dhcp client dan pastikan interface adalah INTERNET lalu apply dan ok.

            Pada gambar diatas terlihat satu baris data yang menunjukkan antarmuka "INTERNET" dikonfigurasi sebagai klien DHCP. Kolom-kolom tabel memberikan informasi penting seperti penggunaan DHCP, waktu kedaluwarsa, dan status koneksi. Status "bound" mengindikasikan bahwa klien telah berhasil memperoleh dan menggunakan alamat IP dari server DHCP.

g.    Konfigurasi Dhcp Server

            Dhcp server adalah sebuah perangkat yang bertugas untuk mengatur dan memberikan alamat ip secara otomatis kepada router client yang ada, dhcp server akan terisi otomatis jika kita mengkonfigurasi dhcp setup.

            Bagian utama jendela menampilkan tabel dengan informasi terkait jaringan DHCP yang dikonfigurasi. Terdapat dua baris data yang menunjukkan dua jaringan berbeda yang pertama adalah DHCP1 dengan interface “INTERNET” dan DHCP2 dengan interface “LAN” Kolom-kolom dalam tabel memberikan informasi tambahan seperti gateway dan pool address untuk masing-masing jaringan.

h.    Konfigurasi Ip Firewall

            Firewall adalah sebuah tembok pengaman jaringan dimana Ketika sebuah client mengakses internet, apabila ada gangguan dari luar yang mencoba menggunakan jaringan kita maka akan dicekal oleh firewall yang kita bangun.



            Gambar ini menampilkan antarmuka manajemen firewall, kemungkinan besar dari perangkat router atau firewall. Jendela utama menunjukkan daftar aturan firewall yang telah dikonfigurasi. Di bagian atas terdapat beberapa tab yang menunjukkan berbagai aspek konfigurasi firewall, termasuk "Filter Rules", "NAT", "Mangle", dan lainnya. Tab "Filter Rules" sedang aktif, menampilkan aturan-aturan filtering yang diterapkan pada lalu lintas jaringan. Tabel utama menampilkan sejumlah aturan firewall dengan kolom-kolom yang memberikan informasi detail tentang setiap aturan. Kolom-kolom ini mencakup nomor urut aturan, chain (rantai aturan), sumber, tujuan, protokol, dan tindakan yang diambil (seperti accept atau drop). Beberapa aturan terlihat menggunakan alamat IP 192.168.22.0, yang menunjukkan bahwa ini mungkin jaringan lokal yang dilindungi. Terdapat juga beberapa aturan yang mengacu pada "winbox", yang merupakan utilitas manajemen untuk perangkat MikroTik.

i.      Konfigurasi Filter Rules

Gambar diatas merupakan tampilan antarmuka konfigurasi firewall pada perangkat MikroTik, khususnya pada tab Filter Rules yang digunakan untuk mengatur lalu lintas data melalui router. Dalam tampilan tersebut terdapat beberapa aturan (rules) yang telah dibuat untuk mengelola dan mengamankan jaringan. Aturan pertama (baris ke-0) memiliki aksi drop pada chain forward, yang berarti akan memblokir semua lalu lintas TCP yang menuju port tujuan 4950. Ini biasanya digunakan untuk memblokir akses terhadap layanan tertentu yang berjalan pada port tersebut. Aturan berikutnya (baris ke-1 dan ke-2) menggunakan aksi jump pada chain forward, yang menunjukkan bahwa lalu lintas yang cocok dengan kriteria tertentu akan diarahkan ke rantai aturan lain yang lebih spesifik (biasanya custom chain yang dibuat oleh administrator). Aturan terakhir (baris ke-3) juga menggunakan aksi jump, namun berada pada chain input, yang berarti aturan ini berlaku untuk lalu lintas yang ditujukan langsung ke router itu sendiri, bukan yang diteruskan ke jaringan lain. Aturan ini telah aktif dan telah memproses sebanyak 5.681 paket dengan total data sebesar 378,9 KB. Secara keseluruhan, konfigurasi ini menunjukkan adanya mekanisme pemblokiran terhadap lalu lintas tertentu dan pengelompokan aturan firewall yang lebih modular melalui penggunaan jump.

j.      Konfigurasi Hotspot Setup

                        Fungsi hotspot setup adalah untuk membuat dan mengkonfigurasi layanan hotspot Wi-Fi. Pada bagian ini kita hanya mengubah hotspot interface pada hotspot setup yang ada pada menu server diubah menjadi LAN.

            Di bagian Hotspot Setup, ada opsi untuk mengatur hotspot baru atau mereset HTML hotspot yang ada. Pada daftar hotspot, terlihat bahwa ada satu hotspot dengan nama "hotspot1". Hotspot ini menggunakan antarmuka "LAN", alamat pool "dhcp_pool0" untuk memberikan alamat IP kepada klien yang terhubung, dan menggunakan profil "hsprof2". Saat ini, ada dua alamat IP yang sedang digunakan oleh klien yang terhubung ke hotspot ini.

k.    Konfigurasi User Profile

            User profile digunakan untuk mengatur dan mengelola hak akses serta Batasan untuk pengguna jaringan, pada user profile user profile “CAMAT GEBANG” jumlah shared users 10 dan rate limit 5M/5M. bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

l.      Konfigurasi User Hotspot

                        Konfigurasi Hotspot merupakan proses menyiapkan sistem yang menyediakan akses internet nirkabel di area publik. Langkah-langkahnya meliputi pembuatan interface hotspot, konfigurasi IP pool, penyiapan DHCP server, pembuatan profil hotspot, pengaturan metode autentikasi, konfigurasi firewall, pengaturan batasan waktu atau kuota data, pengaturan bandwidth per pengguna, pembuatan user profiles, dan implementasi sistem billing jika diperlukan. Konfigurasi ini memungkinkan penyediaan akses internet yang aman dan terkontrol kepada pengunjung atau pelanggan, dengan opsi monetisasi jika diinginkan.

            Dalam gambar ini, terlihat tiga pengguna yang telah dikonfigurasi, yaitu admin, guru, dan siswa. Kolom Server menunjukkan bahwa semua pengguna menggunakan server all. Kolom Address dan MAC Address kosong, yang berarti alamat IP dan alamat MAC pengguna tidak ditampilkan di sini. Setiap pengguna dikaitkan dengan profil tertentu. Pengguna admin menggunakan profil default, pengguna guru menggunakan profil guru, dan pengguna siswa menggunakan profil siswa. Kolom Uptime menunjukkan berapa lama setiap pengguna telah terhubung ke hotspot.